Rugikan Ratusan Miliar, Polisi Bongkar Kasus Perumahan Fiktif Berlabel Syariah di Sidoarjo

  • Whatsapp
Polisi saat merilis barang bukti dugaan penipuan bermodus pengembang perumahan syariah, di Mapolrestas Surabaya.

SURABAYA, TelisikPos.com – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, membeber bukti penipuan yang dilakukan MS alias M Sidik di Mapolrestabes Surabaya, Senin (6/1/2020). MS ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap menipu 32 korban dengan modus pengembang perumahan syariah.

“Nama perumahannya Multazam Islamic Residence. Lokasinya di Kalanganyar, Sedati Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Bacaan Lainnya

Sandi mengungkapkan, taksiran kerugian akibat ulah MS terhadap 4 dari 32 korban yang sudah melapor di Polrestabes Surabaya, totalnya mencapai Rp 3,4 miliar. Namun, potensi kerugian apabila dikumpulkan dengan 2.000 unit perumahan dengan tipe klaster yang sudah ada bisa menyentuh ratusan miliar rupiah.

“MS ini adalah Direktur Utama PT Cahaya Mentari Pratama (CMP) selaku pengembang perumahan Multazam Islamic Residence. Lokasi kantornya ada di Jalan Rungkut Menanggal Harapan J5 Surabaya,” urai Kombes Pol Sandi.

Dijelaskan, berdasarkan bukti-bukti berupa transfer dana, Ikatan Jual Beli (IJB) dan sejumlah kuitansi pembayaran, termasuk brosur-brosur perumahan, polisi menemukan kejanggalan dari fisik perumahan yang dijanjikan tersangka.

Kenyataan pembuktian di lapangan, petugas mendapati lahan yang digunakan untuk perumahan berbasis syariah tersebut, masih kosong dan sebagian berupa tanah rawa-rawa.

“Tanahnya juga punya orang dan bukan tanah milik PT CMP dan masih berstatus petok D. Intinya, apa yang diharapkan dengan cara mencicil sejak 2016, ternyata tidak ada,” tukas Kapolrestabes dengan canda serius.

Kini, lanjut Sandi, pihaknya tengah menelusuri dan mendalami kasus yang diduga menyeret nama ustaz kondang Yusuf Mansur (YM) dalam proyek perumahan syariah fiktif tersebut. Namun, Sandi enggan memastikan keterlibatan ustaz YM dalam perkara yang turut menempelkan logo Wisata Hati dalam brosur perumahannya tersebut.

“Nanti, kami akan panggil (ustaz YM, red). Apakah ada keterlibatan atau tidak. Tapi, kami telepon dulu, apakah beliau yang ke sini (Polrestabes, red), atau kami yang ke sana. Yang pasti, kami sudah periksa 9 saksi dalam masalah ini,” katanya.

Pada saat bersamaan, Tony Aries, satu dari 32 korban perumahan MS mengaku, awalnya memang tertarik setelah melihat brosur perumahan tersebut berlogo Wisata Hati. Bahkan, ketertarikan tersebut semakin mendalam setelah ada rencana kerjasama proyek hunian tahfidz dengan Wisata Hati.

“Apalagi, di pertengahan 2017, dia (tersangka, red) membuat pameran tunggal di Jatim Expo dengan mengundang UKM-UKM dan menghadirkan Ustaz Yusuf Mansur. Tapi ternyata tidak datang,” tutur Tony yang juga bendahara Paguyuban 32 Korban Multazam Islamic Residence ini di sela-sela press conference kasus perumahan syariah fiktif di Mapolrestabes Surabaya.

Menurutnya, developer PT CMP yang dipimpin MS ini juga menjanjikan 3 tahun dari 10 tahun angsuran akan dibangunkan rumah yang diidamkan bersyariah tersebut. Ironinya, janji tinggal janji tanpa bukti dan tindak lanjutnya itu berujung lahan/tanah yang rencananya dibangun perumahan tersebut juga belum dibeli developer.

“Padahal, dana kami yang masuk di perumahan Multazam Islamic Residence ini totalnya sudah Rp 5,9 miliar. Dana menggantungnya Rp 4,9 miliar. Memang ada beberapa pengembalian, tapi yang menggantung tetap banyak, dan di luar paguyuban masih banyak,” paparnya pilu.

Sementara, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, Humaidi mengakui, tanah yang rencananya digunakan untuk mendirikan perumahan Multazam Islamic Residence adalah tanah rawa dan belum ada transaksi.

Hal senada diungkapkan, Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Sidoarjo, Ari Suryono, bahwa untuk mendapatkan tanah di tahun 2016 itu, pengembang hanya memperoleh izin lokasi.

“Jadi, waspada dan hati-hati. Pahami prosedur, meski perumahan yang dimaksud memakai embel-embel syariah,” ingat Abdul Rahman, perwakilan dari Kementerian Agama Surabaya menyambung paparan dalam ungkap kasus perumahan syariah bodong di Mapolrestabes Surabaya. (ms/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *