Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan di Diwek Jombang, Begini Sindiran Warga

  • Whatsapp
Kondisi sampah berserakan dan menggunung di pinggir Jalan jurusan Desa Ceweng - Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Jika melintas di jalan jurusan Desa Ceweng – Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bersiaplah menutup hidung. Kalau tidak, bau menyengat dipastikan bakal tercium.

Bau anyir itu, rupanya ditimbulkan dari sampah yang menumpuk di pinggir jalan bagian utara dan selatan, tepat di barat jembatan perbatasan dua desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Kendati di sana terpasang plakat banner berbertulis larangan membuang sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, tampaknya imbauan yang ditancap bersandar di sebuah pohon tersebut, tak cukup manjur menghentikan warga membuang sampah.

Buktinya, makin hari sampah makin saja menumpuk. Bahkan, sebagian sampah ada juga yang turun dan terjatuh ke sungai, karena posisi tanah di lokasi ini menjorok terjal.

Salah satu pengendara motor, Agus membenarkan bau menyengat dia rasakan saat melintas di lokasi tersebut. Ia menyayangkan, masih ada saja warga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan.

Ia mengaku tidak serta-merta menyalahkan warga. Menurutnya, ada juga beberapa faktor sehingga warga seenaknya membuang sampah sembarang. “Ya mungkin karena tidak ada TPS (tempat pembuangan sementara) di sekitar lokasi. Juga bisa saja di desa tidak ada pasukan kuning-nya,” katanya, saat berbincang dengan TelisikPos.com, Minggu (17/5/2020).

Hanya saja, dia menyayangkan dengan gembar-gembor pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan. Namun, tumpukan sampah di pinggir jalan masih saja terjadi.

Dia membandingkan anggaran pencegahan Covid-19 yang begitu fantastis. Di mana terjadi refocusing baik di APBD Pemkab Jombang, maupun APBDes tiap desa. Namun, kata dia, tampaknya baik desa maupun Pemkab, dalam hal ini DLH, lebih berkonsentrasi pada pengadaan sarana pencegahan Covid-nya. Sementara faktor lain, seperti pemenuhan TPS, terbengkalai.

“Ya lucu saja. Warga disuruh menjaga kebersihan lingkungan, namun fasilitas umum seperti TPS dan pasukan kuning, tidak ada. Ini kan hal skala kecil namun prioritas. Berapa sih biaya membangun tembok berbentuk U yang berfungsi sebagai TPS. Paling-paling lebih besar dibanding pengadaan masker dan sarana pencegahan Covid-19 lainnya,” sindirnya.

Sementara itu, wartawan ini masih berupaya melakukan konfirmasi ke DLH Jombang terkait hal ini. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *