Satu Santri Temboro Asal Kepatihan Jombang Terkonfirmasi Covid-19

  • Whatsapp
Kades Kepatihan, Erwin Pribadi, dalam sebuah kesempatan.

JOMBANG, TelisikPos.com – Satu warga Desa Kepatihan, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terkonfirmasi positif virus Corona. Informasi yang diperoleh, yang bersangkutan adalah perempuan berusia 18 tahun, berinisal RA.

Informasi ini dibenarkan Kepala Desa (Kades) setempat, Erwin Pribadi. Pihaknya mengatakan mendapat informasi tersebut pada akhir puasa Ramadan atau jelang takbiran Idul Fitri, Sabtu (23/5/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Informasi yang saya dapatkan, satu warga saya perempuan berinisial RA usia 18 tahun, terkonfirmasi positif Corona. Infonya dari kluster dari Ponpes Temboro, Magetan,” kata Erwin Pribadi melalui rilis voice WhatsApp-nya, Senin (25/5/2020).

Dari informasi itu, pihaknya mengaku langsung melakukan langkah pengecekan dan pendataan terhadap jumlah jiwa yang berada di rumah RA. Diketahui, ada sekitar 6 orang termasuk RA. Dan dua di antaranya adalah pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, beserta anaknya yang masih balita.

“Namun, ada satu pembantu rumah tangga di rumah itu berinisial KT di rumah itu, dan masuk dalam pengawasan kami. Kebetulan KT dari keluarga tidak mampu. Dan salah satunya, ada anak yang masih balita di dalam rumah RA,” imbuh Erwin.

Pasca pendataan tersebut, atau Minggu (24/5/2020) pagi, lanjut Erwin Pribadi, pihaknya telah berkoordinasi dengan para Ketua RT RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Hasilnya, pihak Pemdes Kepatihan berkomitmen akan membantu memenuhi kebutuhan hidup KT selama sebulan atau sampai dikeluarkan hasil rapid test KT.

“Alhamdulillah malam takbiran itu, sudah saya serahkan bantuan dalam bentuk sembako untuk KT,” katanya.

Selain itu, lanjut Erwin, pihaknya juga akan membantu memenuhi kebutuhan bersifat regular, seperti pembayaran listrik, LPG dan kebutuhan susu untuk balita yang ada di rumah tersebut. “Bantuan tersebut sekitar dalam rentang waktu sebulan,” kata Erwin.

Dikatakan Erwin, pihaknya juga memerintahkan ketua RT setempat melakukan jadwal bagi warganya untuk melakukan pemantauan pada keluarga KT.

“Memang berat bagi keluarga KT berada di dalam rumah saja sampai keluarnya tes resmi dari Gugus Tugas. Tapi kita komitmen untuk memenuhi kebutuhannya selama itu,” ujarnya.

Dikatakan Erwin Pribadi, berdasarkan infomasi dari keluarganya, RA harusnya dievakuasi petugas ke salah satu rumah sakit di Jombang, pada Senin (25/5/2020) siang. Hanya saja, pihaknya belum mendapat konfirmasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaen Jombang.

“Kami berharap, Tim GTPP Jombang memberikan informasi yang utuh kepada kami (pemerintah desa), sehingga kami bisa meredam gejolak di bawah dan melakukan langkah antisipasi terkait dengan transmisi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *