Sejumlah Elemen Masyarakat Desak Wawali Kota Probolinggo Segera Diisi

  • Whatsapp
Pertemuan sejulan LSM, Ormas dan toko Parpol di salah satu kafe jalan Mastrip Kota Probolinggo, pada Senin (21/6/2021) petang lalu.

PROBOLINGGO, TelisikPos – Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (Ormas), mendesak Wali Kota dan DPR segera mengisi kekosongan Wakil Wali Kota (Wawali).

Sebab, sejak sepeninggal HM Soufis Subri, Selasa 08 Desember 2020 lalu, Kota Provolinggo sudah lama tidak memiliki Wawali. Hal tersebut disampaikan Amnari, Kamis (24/6/2021) siang.

Dikatakannya, desakan tersebut bukan hanya dari dirinya, tetapi dari sejumlah tokoh Partai, LSM dan Ormas. Mereka kemudian bersepakat menggelar pertemuan, pada Senin (21/6/2021) petang lalu, di salah satu kafe jalan Mastrip Kota Probolinggo.

Menurutnya, agenda yang diperbincangkan dalam pertemuan yang dihadiri 11 LSM, Ormas serta tokoh parpol dan masyarakat tersebut, soal kekosongan Wakil Wali Kota. Mereka yang hadir di antaranya, LSM LIRA, Gerak Pro-1, LPK RI, LBH Pabulingga, BKPK RI, GMPK, Garda Nusantara, King Gagak Hitam, PASKAL, FOKUS dan LSM P2PR.

Diceritakan Ambari, pertemuan tidak dirancang serius, tetapi terjadi secara tiba-tiba. Diawali perbincangan antar telepon, kemudian disepakati perjumpaan darat. Hasilnya, mendesak Wali Kota dan DPRD mengisi kekosongan Wawali.

“Kan sudah lama Wali Kota tanpa wakil. Apa yang ditunggu, kan partai pengusungnya, Demokrat dan PKS, jelas,” katanya saat dikonfirmasi lewat telepon selularnya.

Pertemuan tersebut, lanjut Amnari, akan ditindaklanjuti dengan surat yang akan dilayangkan ke Wali Kota dan DPRD, berisi permintaan audiensi. Hanya saja, hingga saat ini surat yang telah disepakati, belum dikirim.

“Belum, mungkin minggu depan kita bersurat,” ujarnya.

Tujuannya, untuk mengetahui alasan mengapa hingga saat ini pengganti HM Soufis Subri yang meninggal akibat Covid-19, belum muncul. Mereka juga kepingin mengetahui sampai dimana proses atau tahapannya.

“Kami belum tahu. Apakah masih dalam proses, atau bagaimana,” tukasnya.

Terpisah, SW Djando menyebut, pertemuan yang beslangsung Senin petang lalu, untuk menyatukan persepsi antara Parpol, LSM dan Ormas. Mengingat, sampai hari ini kekosongan Wawali Kota belum terisi.

“Pemerintah mengeluarkan biaya Pilwali 2018, cukup besar. Makanya, kekosongan Wawali harus segera diisi,” tegasnya.

Kepada partai pengusung, PKB, Demokrat dan PKS, lanjutnya, juga diminta segera mengirimkan nama yang akan mengganti HM Soufis Subri kepada Wali Kota. Nah, nama-nama yang diusulkan partai pengusung, agar segera dikirim ke DPRD oleh Wali Kota.

“Ya agar segera diproses di DPRD. Tahapannya kan menurut udang-undang kan seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem setempat, Zulfikar Imawan berharap, pengganti HM Soufis Subri nantinya membantu Wali Kota dalam membangun dan memajukan kota. Jangan sampai pengganti wawali hanya mengisi kekosongan belaka.

“Ya nanti Wawali yang terpilih, diberi peran. Tentunya sesuai tugas dan kewenangannya,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Iwan ini berharap, kekosongan Wawali segera diisi. Agar Wali Kota dalam menjalankan tugasnya ada yang membantu. Karena, kepala daerah tanpa wakil tidak baik juga. Pekerjaan dan tugas Wakil Wali Kota akan dikerjakan oleh Wali Kota.

“Tidak baik kalau semuanya dibebankam pada Wali Kota. Makanya, kami bersama aliansi LSM, Ormas, memohon agar segera dilakukan upaya mengisi kekosongan Wawali. Termasuk parpol pengusung dan DPRD,” pungkasnya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *