Semalaman Tak Pulang, Pemuda Ngoro Jombang Ditemukan Tewas di Sungai Mrasih

  • Whatsapp
Jenazah korban saat dievakuasi dari sungai Mrasih, Dusun Bakalan, Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Warga desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki mengapung di Sungai Mrasih, Dusun Bakalan, desa setempat, Jumat (17/1/2020 ) sore.

Korban diketahui bernama Fery Nur Yahya (18) warga Dusun Bakalan Rt 010/ 003 Desa Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Ngoro, AKP Lely Bahtiar mengatakan, kabar hilangnya pemuda tersebut terjadi sehari sebelum korban ditemukan tewas mengapung. “Korban sejak Kamis (16/1/2020) tidak pulang ke rumah,” kata Kapolsek.

Khawatir dengan kondisi lelaki yang memiliki riwayat keterbelakangan mental ini, pihak keluarga korban mencarinya ke sejumlah tetangganya hingga larut malam. Lantaran tak menemukan petunjuk keberadaan korban, upaya pencarian korban pun dilakukan esok pagi.

Namun, hingga siang hari, upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan sejumlah warga tak membuahkan hasil. Kemudian sore itu, warga setempat mendapati adanya sesosok mayat mengapung dengan posisi tengkurap. Begitu dicek, ternyata sosok mayat tersebut adalah tetangganya yang dikabarkan hilang semalam.

Karuan saja, temuan mayat ini dilaporkan ke pihak keluarga korban dan perangkat desa. Polisi yang mendapati laporan tersebut, bersama petugas medis langsung mendatangi lokasi kejadian. Dibantu warga, mayat tersebut dievakuasi menuju rumah duka.

“Korban meninggal diduga karena sebelumnya bermain di sekitaran sungai Mrasih hingga korban tenggelam. Dan baru ditemukan pada Jumat (17/1) sore,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, lanjut AKP Lely, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. “Dari hasil CT scan yang dilakukan petugas, korban memiliki riwayat penyakit keterbelakangan mental,” papar Lely Bahtiar.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Setelah pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima dengan ikhlas kejadian yang menimpa korban. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *