Seorang Ibu di Kediri Tega Bunuh Putrinya yang Difabel

  • Whatsapp
Tersangka LS, saat diamankan polisi.

KEDIRI, TelisikPos.com – Diduga depresi, seorang ibu bernama Lasi (63), warga Dusun Jambean, Desa Manggis RT2 RW1, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tega membunuh anak kandungnya W (19) yang mengalami gangguan mental.

Peristiwa merenggut nyawa darah dagingnya sendiri itu terjadi pada Jumat (27/12/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban sedang tidur. Oleh pelaku, korban digorok lehernya hingga menghembuskan nyawa terakhirnya.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, LS mengakui telah membunuh putrinya sendiri. Alasannya, karena kondisi korban difabel dan LS capek mengurusnya.

“Motif sementara, karena ibu kandung merasa letih, karena hampir 20 tahun merawat anaknya yang bisa dikatakan sakit,” ujarnya di Mapolres Kediri.

Gilang menjelaskan, LS tega menhabisi anak kandungnya dengan pisau dapur, saat putrinya sedang tertidur. “Pelaku mengambil pisau dapur lalu menggorok putrinya,” katanya.

Dikatakannya, LS diduga mengalami gangguan kejiwaan, sebab sebelumnya LS pernah menjalani pengobatan di Poli Kejiwaan di salah satu rumah sakit di Kecamatan Pare, Kediri. “Pelaku memang ada riwayat sakit jiwa,” sambungnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau, bantal, serta sprei tempat tidur.

Peristiwa berdarah dan merenggut nyawa gadis difabel di Dusun Jambean, Desa Manggus, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini, diketahui oleh Tini, kakak korban. Saat itu, kakak korban bermaksud meminumkan obat, lantaran kondisinya sejak kecil mengalami keterbelakangan mental.

Namun, kakak korban mendadak kaget saat melihat adiknya sudah terbujur kaku bersimbah darah, dan ditutupi selimut oleh ibunya.

Usai menghabisi nyawa putrinya, LS berada di dalam kamar sedang rebahan mendampingi jasad putrinya di tempat tidur. Diketahui jika selama ini pelaku tinggal bersama suami, dan anaknya. Suami LS mengalami stroke ringan. (tg/pras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *