Sidak di Pasar Ikan Kota Probolinggo, Anggota Dewan Temukan Karcis Tak Diplong

  • Whatsapp
Karcis keluar masuk Pasar PPI Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Tanda bukti atau karcis parkir kendaraan di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo, tidak diporporasi. Kondisi ini diketahui, saat Komisi II DPRD setempat menggelar inspeksi mendadak (Sidak), Selasa (22/6/2021).

Dalam sidak ini, Komisi II DPRD Kota Probolinggo bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, dan Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Asset Daerah (DPPKAD),

Salah satu Anggota Komisi II, Syaiffudin menyayangkan, karcis parkir tidak diporporasi alias tidak diplong. Hal itu terjadi, karena pihak DPPKAD pada bidang Pendapatan dinilai kurang kontrol. Ia pun meminta, pengawasan lebih diperketat, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Politisi PKB itu menjelaskan, sidak dilakukan karena ada kejanggalan. Yakni, setoran parkir berupa pajak 30 persen menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal, harga tiket naik 100 persen menjadi Rp 2 ribu, dan pengunjung pasar ikan bertambah ramai atau meningkat.

Disebutkan, setoran parkir pasar ikan ke DPPKAD saat ini hanya Rp 40 juta per tahun. Sedang tahun-tahun sebelumnya, saat harga karcis parkir masih Rp 1.000 mencapai Rp 60 juta setiap tahun.

“Meski tidak sampai 2 kali lipat, paling tidak Rp 100 juta. Ini nggak, malah turun,” heran Syaiffudin.

Jika ke depannya, perolehan parkir Pasar Ikan Mayangan tetap alias tidak berubah, ia berharap pengelolaannya dikembalikan ke Pemkot Probolinggo. Selain agar pendapatan parkir bertambah atau meningkat, pengawasannya lebih mudah.

“Kalau ke depan tetap begini, ya dikelola Pemkot saja. Kontrolnya lebih mudah,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Syaiffudin menyebut, kalau pihak ketiga yang mengelola parkir saat ini mengganti pengelola sebelumnya. Pergantian pengelolaan parkir diharapkan pendapatan atau setoran dari restribusi parkir ke Pemkot, meningkat.

“Kalau seperti ini, mending tetap dikelola yang awal,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkap Hamid Rusdi. anggota komisi lainnya. Dikatakan, semasa Wali Kota sebelumnya, setoran restribusi Pasar Ikan Mayangan sekitar Rp 60 juta per tahun. Sedang saat ini hanya Rp 35 sampai Rp 40 juta.

“Pasar bertambah ramai dan harga karcis Rp 2 ribu. Dulu waktu parkir hanya Rp 1.000, setorannya ke Pemkot Rp 60 juta. Sekarang kok malah turun,” katanya.

Ditanya apakah pengaruh pandemi Covid-19, sehingga setoran parkir menurun? Politisi Partai Gerindra ini menjawab, pandemi tidak begitu pengaruh terhadap pasar ikan. Pengunjung pasar ikan tetap ramai.

“Masak karena pandemi masyarakat nggak beli ikan. Pandemi itu tidak ada pengaruhnya. Warga tetap beli ikan,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pendapatan, DPPKAD Kota Probolinggo, Slamet menjelaskan, restribusi parkir di Pasar Ikan Mayangan berpotensi mendongkrak PAD. Hanya saja karena pandemi Covid-19, sehingga penghasilan dari parkir menurun.

“Pendapatan parkir di 2020 Rp 29 juta lebih. Karena kondisi masih pandemi Covid-19 sehingga turun. Setoran terakhir Rp 2,862 juta per bulan. Per tahun masih diangka Rp 32 juta,” sebutnya.

Menurutnya, kondisi sekarang sudah normal, secara otomatis harus ada peningkatan. Estimasinya Rp 6 juta per bulan. Jika tidak ada peningkatan, Slamet menilai pengelola parkir tidak tertib. Soal karcis yang tidak diporporasi, pengawasan akan lebih diperketat. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *