Tabrakan di Mojoagung Jombang, Nyawa Dua Pemuda Asal Sidoarjo Melayang

  • Whatsapp
Kondisi motor korban yang rusak parah, sebelum dievakuasi petugas dari TKP, Jalan Raya Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Dua pemuda asal Sidoarjo, Jawa Timur, meregang nyawa seketika setelah sepeda motor yang ditungganginya mengalami kecelakaan di Jalan Raya Jombang – Surabaya, tepatnya Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jumat (29/5/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dua korban meninggal tersebut, yakni Imron Saifudin (20) warga Jalan Gatot Subroto Desa Gedang, Kecamatan Porong, Sidoarjo, dan seorang pelajar yang diboncengnya yakni Rakha Ramadahan (13) warga Desa/Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Bacaan Lainnya

Diperoleh informasi, kecelakaan berujung maut itu terjadi bermula, malam itu keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Honda GL nopol S-6860-RJ melaju dari arah timur ke barat (Jombang).

Beberapa jarak dari lokasi kejadian, pemotor tersebut menyalip kendaraan lain yang melaju di depannya. Namun, korban terlalu mengambil haluan ke kanan.

Di saat bersamaan, muncul dari arah berlawanan truk trailer nopol AG-8659-UR yang disopiri Karyono (45) warga Desa Bandosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Jarak yang terlalu dekat, tabrakan antara kendaraan beda kelas itu pun tak terelakkan.

Tubuh korban beserta motornya pun terseret beberapa meter dari titik kecelakaan. Selain keduanya meninggal, motor yang ditunggangi korban mengalami ringsek parah.

“Akibat kecelakaan ini, dua pemuda yang mengendarai motor GL meninggal di TKP. Faktor laka, akibat pengendara kurang memperhatikan arus lalu lintas saat mendahului kendaraan lain di depannya,” kata Iptu Sulaiman, Kanit Laka Satlantas Polres Jombang.

Insiden ini, kemudian ditangani pihaknya. Selain itu, polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Untuk pengemudi truk tidak luka. Saat ini, kendaraan yang terlibat sudah kita amankan di kantor Satlantas Polres Jombang,” pungkasnya. (an/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Dua orang ini santri yg mau kembali ke pesantren..rumah keduanya sidoarjo dan mau balik ke pesantren di takeran magetan…tapi allah berkehendak lain..sebelum sampai di takeran sudah dipanggil duluan sama Allah..khusnul khotimah kang Imron Ambon sama Kang Raka..