Tahun Baru, Seorang Warga Mayangan Jombang Akhiri Hidupnya dengan Gantung Diri

  • Whatsapp
Jenazah korban saat diperiksa petugas, usai dievakuasi dari tali tambar yang menjerat lehernya.

JOMBANG, TelisikPos.com – Di saat banyak keluarga menikmati liburan tahun baru 2020, warga Dusun Tugurejo, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Rabu (1/1/2020) malah dibuat gempar, dengan kabar gantung diri seorang lelaki.

Pria malang yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri tersebut, diketahui bernama Luqman Chakim (38) warga dusun/desa setempat.

Kapolsek Jogoroto, AKP Bambang Setiyobudi mengatakan, korban ditemukan gantung diri di dapur rumahnya oleh bude korban sendiri, bernama Sri Utami (48), sekitar pukul 11.30 WIB.

Kaget dengan kondisi keponakannya tergantung, bude korban langsung berteriak minta tolong. Tak lama berselang, warga sekitar yang mendengar teriakan, langsung berhamburan menuju sumber suara. Sebagian warga lain, kemudian melapor ke perangkat desa.

Polisi yang mendapatkan laporan, kemudian tiba di lokasi kejadian. Di sana, petugas langsung mengevakuasi korban dari tali tampar yang menjerat leher korban. Selain itu, petugas juga memeriksa tubuh korban.

“Korban saat ditemukan sudah meninggal. Dia nekat mengakhiri hidupnya dengan leher terjerat seutas tali tampar warna hijau, yang dikaitkan pada kayu atap dapur rumah korban,” kata Bambang Setiyobudi

Hasil pemeriksaan petugas identifikasi Polres Jombang serta petugas medis Mayangan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada jenazah korban. Petugas juga menyatakan, korban meninggal murni gantung diri. Ini ditandai dengan lidah korban yang menjulur, dan terdapat bekas jeratan tali pada leher korban.

“Dari keterangan saksi-saksi dan pihak keluarga, selama ini korban mengalami gangguan jiwa. Ini diperkuat surat rujukan Puskesmas Mayangan jika korban memiliki riwayat sakit di RSJ Lawang. Sudah 20 tahun korban mengalami sakit jiwa. Dan hingga saat ini, korban sebelumnya masih rutin kontrol,” terang Bambang.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Pihak keluarga sebelumnya menolak dilakukan autopsi pada jenazah korban. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *