Tak Ada Petugas, Sekat Sejumlah Jalur di Dalam Kota Probolinggo Terbuka

  • Whatsapp
Sekat di sisi selatan Jalan Tjokroaminoto, Kota Probolinggo, tampak terbuka lantaran tak ada penjaga.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Sejumlah jalur dalam Kota Probolinggo yang awalnya sepi, kini mulai ramai. Pengendara menerobos jalur yang disekat dengan cara membuka pintu penyekat. Tidak diketahui, siapa yang membuka pertama kali palang penyekat tersebut.

Dimungkinkan pengendara, karena di pintu penyekatan tidak terlihat petugas, mereka membuka tali pengikat penyekat, kemudian dipinggirkan. Melihat ada pintu penyekat terbuka, pengendara lain ikut-ikutan lewat di jalur tersebut.

Pantauan di lokasi, palang pintu penyekat yang terbuka di antaranya, jalan Diponegoro atau utara kantor Bank Mandiri. Jalan WR Supratman atau utara rumah makan Sari Kuring dan jalan KH Mansyur, tepatnya perempatan utara Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Amanah.

Tak hanya itu, timur GOR Ahmad Yani dan utara Plaza Probolinggo, serta jalan Basuki Rahmat atau perempatan Flora jalan menuju alun-alun, juga terbuka. Begitu juga, jalan HOS Tjokroaminoto, pintu sekat di ujung utara dan selatan, juga bernasib sama.

Akibatnya, jalur Tjokroaminoto yang sebelumnya sepi, kini mulai ramai lagi. Tak hanya di situ, jalan Dr Sutomo yang awalnya sepi, kini mulai menggeliat. Meski begitu, toko dan rumah makan yang berada di jalan tersebut, masih banyak tutup. Yang tetap buka yakni pusat perbelanjaan KDS dan GM (Graha Mulia) serta supermarket Sinar Terang.

Meski buka, namun pengunjung atau pembelinya tidak seramai saat jalan Dr Sutomo masih bebas dilewati pengendara. Begitu dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar, tampak masih banyak yang tutup alias libur.

Sedangkan jalur yang masih eksis tertutup untuk seluruh kendaraan hanya di depan Makodim 0820, jalan Protokol Panglima Sudirman. Mengingat, sampai saat ini petugas masih tetap berjaga-jaga.

Begitu pula dengan penyekat di Brak, tetap tertutup. Hanya saja, ada beberapa kendaraan roda dua dan empat yang terlihat masih menerobos. Yakni, pengendara yang dari arah selatan (Jalan Pahlawan) dan dari arah barat (Jalan Soekarno-Hatta).

Bahkan, ada pula pengendara yang datang dari utara (Jalan DI Panjaitan. Mereka menerobos atau lewat jalur sisi selatan yang tidak disekat, jika di Pos Pantau tidak ada petugas.

Perlu diketahui, jalur sisi selatan jalan Panglima Sudirman tidak disekat, untuk memberi kesempatan pengendara dari arah timur yang hendak ke barat.

Saat dikonfirmasi soal banyak jalur penyekat yang terbuka, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi menyebut, masyarakat yang membuka palang pintunya.

Masyarakat melakukan hal itu karena di lokasi jalur yang terbuka, tidak ada petugas. Jika dijaga, menurut Agus, tentunya masyarakat tidak akan berani membuka penyekatan. Ia berterus terang, petugas Dishub tidak ada di lokasi penyekatan, karena bertugas di jalur penyekatan sisi selatan, tepatnya Wonoasih.

Selain itu, karena Dishub kekurangan personel atau petugas. Pegawai yang ada, bertugas di tempat atau bidang lain. Seperti bagian administrasi (kantor) Penerangan Jalan Umum (PJU) dan bertugas di bagian kir-kiran atau perpanjangan uji kir.

“Personel kami terbatas. Pegawai kami tidak hanya bertugas di bagian lalu lintas,” ujarnya, Rabu (21/7/2021) sore.

Agus menyadari dengan minimnya personel. Karena itu, pihaknya berusaha sarana penyekatan diikat antara satu dengan yang lainnya. Bahkan, pihaknya yang memasang penghadang yang terbuat dari tali di kanan kiri penyekat. Tujuannya, agar pengendara sepeda motor tidak bisa menerobos celah jalan di atas trotoar.

“Itu kita yang memasang talinya. Kan di sisi kanan-kiri penyekat ada celah jalan sempit. Pengendara menerobos sekat, lewat di atas trotoar. Lah, tali itu dibuka sama pengendara. Ya, karena tidak ada yang jaga,” ungkapnya.

Disebutkan, petugas jaga pintu masuk penyekatan, tidak hanya Dishub, tetapi dari beberapa unsur. Di antaranya Polresta, TNI dan Satpol PP. Sedangkan komandonya dari Satgas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19.

“Benar, sarana dan prasarana penyekatan dari kami. Kalau komandonya dari Satgas Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Roni Faslah saat dikonfirmasi beberapa kali terkait terbukanya jalur penyekatan, belum bersedia berkomentar. Alasannya, dari siang hingga petang masih mengikuti vidcon (Video Cronference).

“Saya masih ikut vidcon. Kami akan melakukan pendekatan persuasif,” katanya dari telepon selulernya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *