Tak Kapok, Bandar Sabu di Jombang Diringkus Lagi, Polisi Temukan Narkotika Jenis Baru

  • Whatsapp
Kapolres Jombang, AKBP Boby P Tambunan saat merilis barang bukti narkoba di ruang GBB Polres Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Meski pernah menjalani hukuman selama empat tahun, tampaknya tak membuat M Iksan alias Eben (33), jera dan insaf.

Warga asal Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur ini, kembali berurusan dengan polisi, karena kasus penyalahgunaan narkotika.

Bacaan Lainnya

Tersangka Eben disergap polisi di rumahnya. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti narkoba berupa puluhan gram sabu-sabu dan puluhan ribu pil dobel L.

Bahkna, polisi juga menemukan satu narkotika jenis baru, bernama Riklona Clonazepam. Jumlahnya, mencapai 490 butir atau sekitar 49 strip. Obat ini disebut merupkan psikotropika golongan satu.

Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa’ludin Tambuan mengatakan, pelaku tergolong bandar narkotika yang cukup licin dan lihai. Sebab itu, polisi membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa mengungkap kasus peredaraan narkotika yang melibatkan residivis tersebut.

“Tersangka kami ringkus di rumahnya saat hendak menghisap sabu. Barang bukti yang kami dapat berupa sabu 42,23 gram, pil Riklona clonazepam sebanyak 490 butir, dan pil dobel L dengan jumlah 23 ribu butir,” terang Kapolres, Kamis (6/12/2019).

Polisi juga mengamankan seperengkat alat hisap dan sebuah bong yang akan dipakai pelaku menghisap kristal haram tersebut. HP milik pelaku yang diduga menjadi sarana transaksi narkob pun juga diamankan untuk barang bukti dan kepentingan penyelidikan.

“Sabu yang kami dapat sudah dikemas siap edar, rata-rata beratnya kurang lebih 1 gram,” tambahnya.

Selain menangkap Iksan alias Eben, polisi juga meringkus dua pengedar lainnya. Yakni M Yogi Adam Pratama (22) seorang karyawan koperasi simpan pinjam warga Desa/Kecamatan Wonosalam, dan Junaedi alias Corot (25) buruh serabutan asal Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam.

“Kedua tersangka ini satu jaringan dengan Eben,” bebernya.

Kini ketiganya mendekam di sel tahanan Polres Jombang untuk proses penyidikan serta pengembangan guna membongkar jaringan lebih besar dan yang berkaitan dengan ketiganya.

Mereka akan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Undang-Undang tentang Narkotika serta Undang-Undang tentang Kesehatan.

“Dijerat pasal 114, 112 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara dan pasal 196 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, ancamanya 12 tahun penjara,” pungkasnya. (fan/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *