Tak Segan Bacok Korbannya, Begal Sadis di Jombang Didor Polisi

  • Whatsapp
Tersangka begal sadis saat diamankan di Polres Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Indarto (35) warga asal Dusun Slumbung, Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, harus merasakan sakit pada kaki kanannya setelah timah panas bersarang di kaki kanannya.

Ia dilumpuhkan anggota Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang, karena berusaha kabur saat ditangkap, pada Jumat (29/11/2019) malam, di rumah orang tuanya di Dusun Kauman Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang.

Tersangka Indarto, dikenal sebagai begal sadis yang tak segan-segan melukai korbannya saat beraksi. Dia juga merupakan residivis, dan pernah dihukum karena kasus yang sama di Trowulan, Mojokerto, pada 2014 lalu.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, mengungkapkan, tersangka ditangkap, setelah polisi mendapat laporan dari korbannya bernama Edi Yuli (50) asal Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kecong, Kabupaten Jember.

Saat itu, korban naik bus dari Surabaya turun di simpang empat Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Jombang.

Ia kemudian berjalan ke arah utara hingga sampai di TKP, tepatnya di samping pabrik Volma. Tiba-tiba, ia dihampiri orang tidak dikenal, lalu dibacok dengan sebilah pedang.

“Tersangka mengendarai sepeda motor, lalu berhenti dan membacok korban dari arah belakang dan mengenai kepala belakang bagian kiri belakang,” kata AKP Ambuka.

Selanjutnya, tersangka menodongkan pedang ke bagian dada korban, lalu merampas tas dan HP yang dibawa korban. Tersangka langsung kabur ke arah selatan meninggalkan korbannya.

“Tersangka ini memang sadis. Dia selalu membawa sajam (senjata tajam) untuk melukai korbannya,” kata Ambuka, Sabtu (30/11/2019).

Dari laporan korban, polisi segera melakukan penyelidikan. Hingga polisi mengetahui keberadaan tersangka di rumah mertuanya.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka berusaha melarikan diri. Petugas akhirnya melakukan tindakan tegas dengan menembak betis kaki bagian kanan pelaku.

Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa, 1 unit handphone Lenovo, dan sebuah pedang yang dipakainya melakukan kejahatan.

“Tersangka telah kita tahan dan dikenakan pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *