Tega Cabuli Siswi SMP, Penjahit Konveksi Sablon di Mojokerto Dibekuk Polisi

  • Whatsapp
Tersangka saat diperiksa petugas Unit PPA Polres Mojokerto.

MOJOKERTO, TelisikPos.com – Diduga berbuat tak senonoh pada gadis di bawah umur berinisial AR, Yogi Kholfi Hidayat (19) asal Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, diringkus polisi.

Lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai penjahit konveksi sablon ini, diamankan petugas Mapolres Mojokerto di rumahnya pada Sabtu 28 Desember 2019, setelah dirinya sempat berhasil kabur.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses pendalaman,” kata AKP Dewa Putu Primayoga, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, Kamis (2/1/2020).

Selain itu, akibat perbuatan tersangka, gadis berusia 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP itu mengalami trauma berat. “Korban kerapkali murung,” sambung Dewa.

Dijelaskan Kasat, peristiwa asusila itu terjadi di rumah korban yang berada di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto pada Minggu, 26Mei lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Aksi pencabulan di dalam kamar itu, kemudian kepergok saudara dari AR. Tak ayal, keluarga korban tak terima dan langsung melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto.

Mendapat laporan, polisi melakukan serangkaian penyelidikan. Petugas sempat kesulitan menangkap pelaku, lantaran pelaku beberapa kali berpindah-pindah. Namun, keberadaan pelaku kemudian terendus juga.

“Saat kami tahu keberadaan pelaku di rumahnya, dia langsung kami tangkap,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita pakaian korban sebagai barang bukti serta surat hasil visum dari rumah sakit yang menyatakan pada kemaluan korban, memang terdapat luka lecet.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 76E juncto Pasal 82 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancamannya, minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas AKP Dewa. (fan/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *