Terbakar Dendam, Pemuda Jogoroto Jombang Keroyok Tetangganya Saat Nonton Bantengan

  • Whatsapp
Tersangka Khafid Ridotulloh alias Kapiteng, saat diamankan petugas di Polsek Jogoroto, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Khafid Ridotulloh alias Kapiteng (24), warga Dusun/Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, dikeler petugas Unit Reskrim Polsek Jogoroto ke Mapolsek setempat, pada Sabtu (4/1/2020) malam, sekitar pukul 23.30 WIB

Dia ditangkap, menyusul laporan Deddi Setiawan (27) pekerja bengkel warga Dusun/Desa Jogoroto, yang menjadi korban sasaran pengeroyokan tersangka Kapiteng bersama teman-temannya.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Jogoroto, AKP Bambang Setiyobudi mengatakan, penangkapan pekerja serabutan itu terkait kasus pengeroyokan terhadap korban Deddi. Aksi main pukul itu terjadi saat pertunjukan seni bantengan di Dusun Murong timur, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, pada Minggu 22 Desember 2019 sekitar pukul 15.30 WIB.

“Pengeroyokan itu terjadi, lantaran dendam lama tersangka kepada korban. Sekitar setahun lalu, keduanya sempat berkelahi duel, namun tersangka saat itu kalah,” urai Bambang Setiyobudi, Minggu (5/1/2020).

Mendapati korban hadir menonton seni bantengan itu, lanjut Bambang, tersangka mengajak sejumlah pemuda Desa Mayangan. Tanpa buang-buang waktu, korban pun dikeroyok di pinggir jalan dekat area pertunjukan. Pukulan bertubi-tubi mendarat pada kepala korban, hingga korban kemudian tersungkur.

“Korban menderita luka pada bagian kepalanya, dan oleh warga sekitar korban dilarikan ke RS Unipdu. Selain itu, kejadian itu dilaporkan ke Mapolsek,” sambung Bambang.

Polisi yang mendapat laporan, segera melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, polisi mendapatkan informasi jika pelaku sedang cangkrukan berada di rumah tetangganya di Dusun Jogoroto. Tak ingin buruannya kabur, malam itu juga polisi menggerebek dan menangkap tersangka.

“Saat ini, tersangka sudah kita tahan guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Selain barang bukti hasil visum korban, kita juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan yang dilakukan secara bersama dimuka umum, dengan ancaman hukuman 5 tahun,” pungkas Bambang Setiyobudi. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *