Terkesan Lamban Tangani Kasus, Polsek Wringinanom Gresik Disorot LSM FPSR

Ilustrasi.

GRESIK, TelisikPos.com – Dinilai lamban menangani kasus dugaan penipuan yang sudah dilaporkan korbannya, kinerja Polsek Wringinanom, Kabupaten Gresik, disorot Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (LSM FPSR) Gresik.

Bahkan, Aris Gunawan, Ketua LSM FSPR meminta, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengambil alih kasus dengan nomor LP: TBL/75/IX/2021/RESKRIM/GRESIK/SPKT/ POLSEK WRINGINANOM dan mengusutnya secara tuntas.

Aris menuturkan, hingga saat ini, pihak berwajib belum melakukan pemeriksaan sama sekali atas laporan tersebut. Kendati laporan korban terhitung sudah satu bulan sejak pelaporan.

Rentan waktu sebulan, Aris menilai, terlalu lama untuk kasus penipuan dan penggelapan. Seharusnya, kasus itu bisa dengan cepat ditangani dan direspon oleh pihak kepolisian.

“Sudah sebulan sejak pelaporan. Tapi kasus ini belum ada perkembangan berarti,” katanya, Kamis (21/10/ 2021).

Menurut dia, segala kasus berkaitan dengan tindak dugaan pidana penipuan dan penggelapan harus ditangani dengan cepat. Karena dikhawatirkan korbannya akan bertambah. Terlapor, lanjut dia, bisa saja mendapat korban lain dengan modus yang sama.

Selain itu, kata dia, terdapat pihak lain yang dinilainya mengalami tekanan mental, karena dia sebelumnya kenal sama pelapor dan terlapor.

“Karena ada trauma cukup berat, cuma keadilan yang mampu memulihkan trauma pada korban,” ujarnya.

Dia juga mengatakan khawatir, jika polisi akan menghentikan kasus tersebut. Mengingat, perkembangan penanganan pada kasus tersebut cukup lama. Sebab itu, Aris mendesak aparat penegak hokum, khususnya Polda Jatim segera menangani kasus tersebut.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku dihukum sesuai perbuatannya. Dalam waktu dekat ini, kami juga akan melaporkan kasus ini ke Polda Jatim,” tutupnya.

Sekedar informasi, Pitono dilaporkan Puji Hartatik ke Polsek Wringinanom, Kabupaten Gresik, atas tuduhan melarikan sepeda motor Honda Vario Tahun 2017 miliknya pada 29 September 2021 lalu.

Akibat peristiwa itu, Anita teman Pitono yang meminjam sepeda motor milik Puji harus menanggung beban mental. Karena dia lah, sehingga sepeda motor Vario milik Puji dibawa lari Pitono.

Saat itu, Anita mengaku diturunkan Pitono di pinggir Jalan Raya Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Karena ditinggal, Anita pun pulang ke rumah dengan berjalan kaki. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.