Tim Labfor Bareskrim Polri Olah TKP Pabrik Pengolahan Kayu di Kota Probolinggo

  • Whatsapp
Tim Labfor Bareskrim Polri saat berada di pabrik pengolahan kayu menjadi triplek, di Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Perusahaan pengolahan kayu menjadi triplek (plywood) di Jalan Profesor Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, yang terbakar, Jumat (23/7/2021) sore kemarin, didatangi Tim Labfor (Laboratorium Forensik) Bareskrim Polri, Senin (26/7/2021).

Tujuannya, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Hanya saja, belum diketahui perkembangan dan penyebabnya, mengingat tim Labfor langsung meninggalkan tempat usai olah TKP. Sedang anggota Polres Probolinggo Kota yang ikut mendampingi, enggan berkomentar. Alasannya, tidak memiliki kewenangan.

Tim Labfor dan yang mendampingi, langsung meninggalkan tempat, begitu sejumlah wartawan hendak mewawancarai. Mereka mengendarai dua kendaraan mini bus meninggalkan lokasi pabrik yang berlokasi di jalan Profesor Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok menuju arah timur.

Tak hanya itu, Direktur atau pemilik perusahaan pengolah kayu CV Graha Papan Lestari (GraPARI), Ilyas Aditiawan juga enggan berkomentar. Ia bersama tim langsung meninggalkan lokasi bekas kebakaran. Bahkan, petugas penjaga pabrik buru-buru menutup pintu gerbang perusahaan, begitu rombngan meninggalkan lokasi.

Hasil pantauan di lapangan, seluruh kayu yang ada di dalam pabrik, ludes terbakar. Termasuk sebagian tanaman di depan pabrik, daunnya tampak coklat, pertanda habis terkena panas.

Kebakaran hanya menyisakan cerobong dan beberapa bangunan yang terbuat dari dinding. Dimungkinkan kerugiannya miliaran rupiah.

Salah seorang warga yang bertempat tinggal di utara atau depan pabrik mengatakan, api baru bisa dipadamkan menjelang subuh. Bahkan, hingga pagi ada beberapa titik yang masih mengeluarkan asap.

“Padamnya menjelang subuh. Jumat paginya masih berasap dibeberapa titik. Kelihatan dari luar,” katanya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik pengolahan kayu menjadi bahan baku triplek tersebut terbakar, Jumat siang. Lantaran disertai angin kenjang dan akses jalan hanya satu, sehingga api sulit dipadamkan. Pabrik yang dimaksud rata dengan tanah, ludes terbakar.

Tak ada korban nyawa dalam kejadian siang hari tersebut. Ratusan karyawan yang bekerja kala itu, langsung kabur berhamburan, usai pabriknya mengepulkan asap. Tiga kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) dua milik Peemkot dan 1 unit milik PT KTI, kesulitan menjinakkan api.

Karena akses jalan minim dan jarak jangkau antara posisi damkar dengan perusahaan, agak jauh. Mengingat, di depan pabrik ada sungai atau kali. Jalan satu-satunyauntuk menjinakkan api, melalui jembatan yang menuju pabrik. Namun, beberapa kali petugas mundur, setelah kobaran api diterjang angin gending. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *