Tujuh Pria di Jombang Dibekuk Sebab Sabu-sabu, Satu Diantaranya Oknum Sekdes

  • Whatsapp
Tersangka oknum Sekdes Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Jombang, saat diamankan di Polres Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Seorang sekretaris desa (Sekdes) Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Radityo Wisnu Murti (24) diringkus anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang, Jawa Timur.

Dia digerebek polisi di rumahnya Dusun Slaji, desa setempat, pada Sabtu (18/1/2020), diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Penggerebekan dilakukan, setelah polisi melakukan pengembangan kasus yang diungkap sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Sebelum penangkapan tersangka Radityo, kita berhasil meringkus 6 tersangka kasus narkotika jenis sabu-sabu di hari yang sama,” ungkap AKP Mochamad Mukid, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Rabu (22/1/2020).

Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 bungkus bekas rokok di dalamnya terdapat 5 plastik klip diduga masih ada sisa sabu habis dipakai, rencekan aluminium foil diduga ada sisa sabu habis dibakar, 1 gulung alluminium foil sebagai alat untuk memakai sabu, 1 buah botol bekas minuman dirakit sebagai alat hisab sabu, 2 korek api warna kuning sebagai kompor
1 unit ponsel merek Docomo hitam.

Sementara 6 tersangka lain, yakni Joko Waseso Sholeh (29) buruh serabutan asal Dusun Kalikijing, Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso, Jombang, yang diringkus polisi di sebuah warung Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 08.30 WIB.

Dari tersangka Joko Waseso, diamankan barang bukti total 0,67 gram sabu-sabu yang dipecah dalam 3 plastik klip, 1 pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis pakai 1,30 gram, 1 korek api ungu sebagai kompor, 1 gunting hijau, 1 pack cutton bud, 1 unit ponsel merek Vivo, serta uang tunai Rp 500 ribu.

Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, penangkapan Budi Kristiadi alias Koko (29) di rumahnya Jalan Rejomulyo, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang. Darinya, polisi mengamankan barang bukti 7 plastik klip dalam bekas rokok dengan total berat 7,50 gram, 1 piket kaca diduga masih ada sisa sabu habis pakai 1,77gram, 2 korek api merah, 1 timbangan elektrik hitam, seperangkat alat hisab sabu (bong), 1 unit ponsel merek Oppo hitam, dan uang tunai Rp 360 ribu.

Sekitar pukul 11.10 WIB, anggota Satresnarkoba meringkus Isrofil Amar alias Gombeng (29) warga Dusun/Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang. Dia ditangkap di sebuah rumah di Dusun/Desa Rejoagung, Ploso.

Dari tangan pria tamatan SMP ini, polisi mengamankan barang bukti berupa, 1 bungkus bekas rokok di dalamnya ada 2 pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis pakai yang terbungkus kertas tissu, 1 potongan sedotan plastik sebagai scrop, seperangkat alat hisab sabu (bong), dan 1 unit ponsel merek Samsung gold.

Pengembangan terus dilakukan polisi, dan masih di hari yang sama, polisi berhasil menangkap Andika Wisnu Wijaya (20) di sebuah rumah Dusun Mambang, Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, Jombang, sekitar pukul 11.30 WIB.

Dari tangan penjual jajan asal Waringinbarat, Kalimantan Tengah ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 pipet kaca diduga msih ada sisa sabu habis dipakai 1,35 gram, 1 potongan sedotan plastik sebagai scrop, seperangkat alat hisab sabu (bong), 1 orek api sebagai kompor, 1 ponsel merk Oppo warna gold kombinasi hitam.

Lalu, 30 menit kemudian atau sektiar pukul 12.00 WIB, polisi menciduk dua karyawan pabrik di sebuah rumahnya Dusun Lengkong, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang. Keduanya yakni Agustinus Dominggus (35) pemilik rumah, dan Septiko Ludfianto Karyanto (24) yang masih tetangganya.

Turut disita polisi dari Agustinus, diantaranya 1 buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai 3,30 gram, 1 ponsel merk Oppo warna hitam, dan uang tunai Rp 200 ribu.

Sementara dari tersangka Septiko, polisi menyita sebagai barang bukti yakni, 1 kresek warna hitam didalamnya berisi 1 bungkus bekas rokok berisi 1 buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai 2,39 gram, 2 potongan sedotan plastik sebagai skrop, 1 korek api warna biru sebagai kompor, 2 botol bekas minuman yang dirakit sebagai alat hisab sabu (bong), 1 ponsel merk Oppo warna putih, dan uang tunai Rp 150 ribu.

Kini, ketujuh tersangka harus mendekam di sel tahanan Polres Jombang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Moch Mukid juga menandaskan akan terus melakukan pengembangan terkait kasus peredaran narkoba di Kota Santri.

“Para tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) yo Pasal 112 ayat (1) yo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *